Comments system

Sunday, August 6, 2017

Andaikan Aku Pemimpin Nias

Nama       : Faonasokhi Hadapi Daeli
Jurusan   : Akuntansi
Semester  : IV
Nias atau bahasa Nias Tanö Niha adalah kepulauan yang terletak di sebelah barat pulau Sumatra,Indonesia, dan secara administratif berada dalam wilayah Provinsi Sumatra Utara. Pulau ini merupakan pulau terbesar dan paling maju di antara jejeran pulau-pulau di pantai barat Sumatera, dihuni oleh mayoritas Suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Pulau dengan luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk hampir 900.000 jiwa. Agama mayoritas di daerah ini adalah Kristen dimana 90% penduduknya memeluk agama ini, sedangkan sisanya beragama Islam dan Budha. Pulau Nias yang sebelumnya adalah hanya 1 kabupaten saja, saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.
            Daerah ini memiliki objek wisata penting seperti selancar (surfing), rumah tradisional, penyelaman, fahombo (lompat batu),  terdapat juga kekayaan alam yang berlimpah, tanahnya  yang subur, laut dihiasi ikan-ikan sampai pada keunikan kebudayaan nya yang sangat menarik. Itu semua bisa kita lihat di Kepulauan Nias. Dari sebagian besar penduduk di Kepulauan Nias mengaku rata-rata berpenghasilan sebagai petani dan dibagian pesisir sebagai nelayan dan pusat kota berpenghasilan sebagai pedagang. Meskipun demikian banyaknya sumber penghasilan di Kepulauan Nias, sangat disayangkan masih belum bisa menjamin kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias. Masalah lain adalah keterbelakangan tingkat pendidikan, akses informasi dan jaringan. Dari semuanya itu yang paling menghalangi pertumbuhan Kepulau Nias  adalah masih tertanam sikap “Ena’o khogu mano” (Nepotisme). Menurut saya masalah utama yaitu sistem kepemerintahan yang masih mengutamakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum.
 Mau dibawa kemana dan seperti apa Kepulauan Nias ini bergantung pada kebijakan pemimpinnya menerapkan sistem kepemerintahan sekarang dan akan datang. Sudah bertahun-tahun kita melihat pemimpin-pemimpin di Kepulauan Nias bekerja tetapi masih belum bisa menerobos dan mengubah system kepemerintahan yang memperhatikan ini. Maka daripada itu diperlukan seorang pemimpin yang bersih, transparan dan professional untuk memajukan Kepulauan Nias kedepan. Pepimpin harus berani dan tegas menyikapi kesalahan system kepemerintahan. Saya melihat kedepan bahwasanya masih ada kesempatan untuk merubah system kepemerintahan di Kepulauan Nias. Siapa yang dapat merubah nya adalah mereka- mereka sekarang yang berusia muda dan masih duduk dibangku pendidikan maupun yang diluar pendidikan tidak terkecuali saya. Bagaimana tidak, sementara anak muda lah yang akan mewarisi bangsa ini, anakmudalah sebagai generasi penerus yang akan memajukan kepulauan Nias kedepan.
            Ada banyak teman yang bertanya kepada saya, kamu mau jadi apa setelah kuliah? Saya ingin jadi pemimpin. Terus apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu jadi pemimpin di Kepulauan Nias? Saya mengatakan kepada mereka seandainya saya menjadi pemimpin di Kepulauan Nias yang pertama saya lakukan adalah mengubah  masyarakatnya. Kenapa begitu? Karena masyarakat adalah modal utama untuk membangun Kepulauan Nias. Jika masyarakatnya sudah benar maka mudah menjalankan system kepemerintahan nantinya dan kekayaan alam serta keunikan yang ada di Kepulauan Nias akan mudah untuk dikembangkan. Kalau pemimpinnya benar tentu bawahannya juga akan ikut benar. Kebutuhan pertama kita dalam memilih pemimpin adalah bukan karena dia pintar, kaya, memiliki hubungan keluarga, suku, agama, ras, dan golongan. Tetapi yang kita butuhkan adalah pemimpin yang memang benar-benar peduli terhadap sesama.





2 comments: