Hai pak Hakim.. Apa kabar? Semoga bapak dalam keadaan sehat lah yaa.
Ohia., mengenai keputusan bapak kemarin? Bagaimana perasaan bapak? Cape ya kan setelah berbulan-bulan dan berkali-kali mengguruti kasus ini. Pasti waktu bapak, tenaga dan pemikiran bapak sangat terkuras lah ya.. Mengumpulkan data, informasi, bukti-bukti dan saksi-saksi sana sini hingga bapak akhirnya dapat memutuskan kasus bg Ahok ini.
Dari sini pak, ada sedikit pencerahan buat bapak.. Oklah, kita katakan bg Ahok salah (Aku ngalah deh) cuma begini pak, kalau seandainya posisi bg Ahok seperti bapak dan bapak sebagai bg Ahok.. Bapak Terima kah?
Pak, bg Ahok itu keren loo, Gk mungkin kuceritakan satu-persatu prestasinya ya kan, bapak pasti sudah tau itu. Anehnya pak, bapak seperti memandang setengah mata, makanya lah keputusan nya kurang sorr kurasa..
Ini aku kasih pemisalan ni ya pak., taro lah ada seorang anak melakukan tugasnya, memberikan yang terbaik untuk orangtuanya dan bahkan mengorbankan segalanya untuk orangtuanya, Eh, kepleset lidahnya tiba-tiba ... Apa iya sang ayah menjatuhkan dia hukuman dengan mengusirnya dari rumah selama 2 tahun?
Atau bapak sudah mempertimbangkan ini sebelumnya? Dan ini keputusan nya? Ataukah karena oknum? Jadi bapak takut? Haduhh..
Kasihan anak dan istrinya pak..

Surat yang beramanat sekaligus mengarahkan....
ReplyDeleteGood...!!��
Saohalo 😂
DeleteSaohalo 😂
Delete