Jurusan : Akuntansi
Semester : IV
Nias atau bahasa Nias Tanö Niha adalah kepulauan yang terletak di sebelah barat pulau Sumatra,Indonesia, dan secara administratif
berada dalam wilayah Provinsi Sumatra Utara.
Pulau ini merupakan pulau
terbesar dan paling maju di antara jejeran pulau-pulau di pantai barat
Sumatera, dihuni oleh mayoritas Suku Nias (Ono
Niha) yang masih memiliki budaya
megalitik. Pulau dengan luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk hampir
900.000 jiwa. Agama mayoritas di daerah ini adalah Kristen dimana 90% penduduknya memeluk
agama ini, sedangkan sisanya beragama Islam dan Budha. Pulau Nias yang sebelumnya adalah
hanya 1 kabupaten saja, saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1
kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat,
Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.
Daerah ini memiliki objek wisata penting seperti selancar (surfing),
rumah tradisional, penyelaman, fahombo (lompat
batu), terdapat juga
kekayaan alam yang berlimpah, tanahnya yang
subur, laut dihiasi ikan-ikan sampai pada keunikan kebudayaan nya yang sangat
menarik. Itu semua bisa kita lihat di Kepulauan Nias. Dari sebagian besar
penduduk di Kepulauan Nias mengaku rata-rata berpenghasilan sebagai petani dan
dibagian pesisir sebagai nelayan dan pusat kota berpenghasilan sebagai
pedagang. Meskipun demikian banyaknya sumber penghasilan di Kepulauan Nias,
sangat disayangkan masih belum bisa menjamin kesejahteraan masyarakat Kepulauan
Nias. Masalah lain adalah keterbelakangan tingkat pendidikan, akses informasi
dan jaringan. Dari semuanya itu yang paling menghalangi pertumbuhan Kepulau
Nias adalah masih tertanam sikap “Ena’o
khogu mano” (Nepotisme). Menurut saya masalah utama yaitu sistem kepemerintahan
yang masih mengutamakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum.
Mau dibawa kemana dan seperti apa Kepulauan
Nias ini bergantung pada kebijakan pemimpinnya menerapkan sistem kepemerintahan
sekarang dan akan datang. Sudah bertahun-tahun kita melihat pemimpin-pemimpin
di Kepulauan Nias bekerja tetapi masih belum bisa menerobos dan mengubah system
kepemerintahan yang memperhatikan ini. Maka daripada itu diperlukan seorang
pemimpin yang bersih, transparan dan professional untuk memajukan Kepulauan
Nias kedepan. Pepimpin harus berani dan tegas menyikapi kesalahan system
kepemerintahan. Saya melihat kedepan bahwasanya masih ada kesempatan untuk
merubah system kepemerintahan di Kepulauan Nias. Siapa yang dapat merubah nya
adalah mereka- mereka sekarang yang berusia muda dan masih duduk dibangku
pendidikan maupun yang diluar pendidikan tidak terkecuali saya. Bagaimana tidak,
sementara anak muda lah yang akan mewarisi bangsa ini, anakmudalah sebagai generasi
penerus yang akan memajukan kepulauan Nias kedepan.
Ada banyak teman yang bertanya
kepada saya, kamu mau jadi apa setelah kuliah? Saya ingin jadi pemimpin. Terus
apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu jadi pemimpin di Kepulauan Nias?
Saya mengatakan kepada mereka seandainya saya menjadi pemimpin di Kepulauan
Nias yang pertama saya lakukan adalah mengubah masyarakatnya. Kenapa begitu? Karena
masyarakat adalah modal utama untuk membangun Kepulauan Nias. Jika
masyarakatnya sudah benar maka mudah menjalankan system kepemerintahan nantinya
dan kekayaan alam serta keunikan yang ada di Kepulauan Nias akan mudah untuk
dikembangkan. Kalau pemimpinnya benar tentu bawahannya juga akan ikut benar. Kebutuhan
pertama kita dalam memilih pemimpin adalah bukan karena dia pintar, kaya,
memiliki hubungan keluarga, suku, agama, ras, dan golongan. Tetapi yang kita
butuhkan adalah pemimpin yang memang benar-benar peduli terhadap sesama.

andai aku penghancur Nias .baca di....vangaetukodok.blogspot.com
ReplyDeleteHaha., Kamfrett loo 😁
Delete